Text
Ekonomi Kelembagaan : Paradigma, Teori dan Kebijakan
Dalam perjalanannya, di samping menimbulkan kesejahteraan, mekanisme pasar yang disokong oleh aliran klasik/neoklasik telah menciptakan polusi yang tidak sedap bagi negara-negara yang mempraktekkannya. Celakanya, polusi tersebut bukan sekadar terjadi akibat negara tersebut salah dalam mengerjakan kebijakan yang direkomendasikan, melainkan dalam pemikiran klasik/neoklasik memang tersimpan cacat filosofis dalam wujud asumsi-asumsi yang melatarinya. Tepat pada titik inilah ekonomi kelembagaan masuk untuk mewartakan bahwa kegiatan ekonomi sangat dipengaruhi oleh tata letak antarpelaku ekonomi (teori ekonomi politik), desain aturan main (teori ekonomi biaya transaksi), informasi yang tidak setara (teori informasi asimetris), norma dan keyakinan suatu individu/komunitas (teori modal sosial), insentif untuk melakukan kolaborasi (teori tindakan kolektif), model kesepakatan yang dibikin (teori kontrak), pilihan atas kepemilikan aset fisik maupun non-fisik (teori hak kepemilikan), dan lain-lain. Intinya, selalu ada insentif bagi individu untuk berperilaku menyimpang sehingga sistem ekonomi tidak bisa dibiarkan berjalan hanya dipandu oleh mekanisme pasar.
P00050E | 330.195 AHM e C.1 | My Library | Tersedia |
P00051E | 330.195 AHM e C.2 | My Library | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain